PERBANDINGAN K-MEANS DAN DEEP EMBEDDED CLUSTERING UNTUK SEGMENTASI PELANGGAN E-COMMERCE BERBASIS FEATURE EMBEDDING PRODUK
Keywords:
Segmentasi Pelanggan, Deep Embedded Clustering, K-MeansAbstract
Segmentasi pelanggan merupakan strategi penting dalam pengelolaan data e-commerce untuk memahami perilaku konsumen dan mendukung pengambilan keputusan bisnis, seperti personalisasi promosi serta identifikasi pelanggan bernilai tinggi. Namun, metode clustering konvensional seperti K-Means memiliki keterbatasan dalam menangkap hubungan non-linear pada data transaksi yang kompleks dan berdimensi tinggi, sehingga berpotensi menghasilkan segmentasi yang kurang optimal. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk membandingkan performa algoritma K-Means dan Deep Embedded Clustering (DEC) secara kuantitatif dalam melakukan segmentasi pelanggan dengan memanfaatkan feature embedding produk sebagai representasi fitur pelanggan. Metode penelitian meliputi tahap prapemrosesan data transaksi, pembangunan embedding produk menggunakan Autoencoder, penerapan algoritma K-Means dan DEC untuk proses clustering, serta evaluasi hasil klaster menggunakan metrik internal yaitu Silhouette Score. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Deep Embedded Clustering (DEC) dengan pretraining dan optimasi joint embedding–clustering mampu menghasilkan klaster yang lebih kompak dan terpisah dengan nilai Silhouette yang lebih tinggi, yaitu sebesar 0,3729, dibandingkan dengan K-Means yang memperoleh nilai sebesar 0,3089 pada ruang embedding berdimensi tinggi. Selain itu, DEC juga menunjukkan stabilitas yang lebih baik terhadap variasi inisialisasi. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa pendekatan deep embedded clustering lebih efektif dalam menghasilkan segmentasi pelanggan pada dataset e-commerce yang kompleks, meskipun membutuhkan biaya komputasi dan proses tuning hiperparameter yang lebih besar.
References
E. Suprapto, “Pengelompokkan Potensi Padi di Indonesia Menggunakan K-Means Cluster,” Jurnal Ilmiah Populer, vol. 5, 2021.
D. Ramdhan, G. Dwilestari, R. D. Dana, A. Ajiz, and K. Kaslani, “Clustering Data Persediaan Barang Dengan Menggunakan Metode K-Means,” MEANS (Media Informasi Analisa dan Sistem), vol. 7, no. 1, pp. 1–9, 2022, doi: 10.54367/means.v7i1.1826.
M. G. Pradana, A. C. Nurcahyo, P. H. Saputro, U. A. Ata, and U. A. Ata, “Penerapan Metode K-Means Klustering untuk Menentukan Kepuasan Pelanggan,” Citec Journal, vol. 7, no. 1, pp. 42–50, 2020.
Y. A. Wijaya et al., “K-MEANS DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN WAHIDIN KOTA CIREBON,” vol. 6, no. 2, pp. 552–559, 2022.
Y. Dharma Putra, M. Sudarma, and I. B. A. Swamardika, “Clustering History Data Penjualan Menggunakan Algoritma K-Means,” Majalah Ilmiah Teknologi Elektro, vol. 20, no. 2, p. 195, 2021, doi: 10.24843/mite.2021.v20i02.p03.
D. Anggarwati, O. Nurdiawan, I. Ali, and D. A. Kurnia, “Penerapan Algoritma K-Means Dalam Prediksi Penjualan Karoseri,” vol. 1, no. 2, pp. 58–62, 2021.
A. K. Jain, “Data clustering: 50 years beyond K-means,” Pattern Recognit. Lett., vol. 145, pp. 4–16, 2021.
Y. Hartati, S. Defit, and G. W. Nurcahyo, “Klasterisasi Bibit Terbaik Menggunakan Algoritma K-Means dalam Meningkatkan Penjualan,” Jurnal Informatika Ekonomi Bisnis, vol. 3, pp. 4–10, 2021, doi: 10.37034/infeb.v3i1.56.
I. Reisandi, Daryana, F. Sri Mulyati, and M. Fauzi, “Implementasi Clustering K-Means Terhadap Penilaian Kinerja Karyawan PT XYZ,” Jurnal Sosial dan Teknologi (SOSTECH), vol. 1, no. 8, pp. 757–767, 2021.
D. Gustian and M. S. Al-Farits, “Data Mining Untuk Melihat Minat Belajar Siswa Menerapkan Metode K-Means,” Journal of Information System Research (JOSH), vol. 4, no. 3, pp. 775–784, Apr. 2023, doi: 10.47065/josh.v4i3.3218.
Y. Yang, “E-commerce Customer Segmentation Using Machine Learning,” vol. 0, pp. 102–109, 2025, doi: 10.54254/2754-1169/2025.BL29390.
Downloads
Published
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2026 Saripudin ., Martanto ., Denni Pratama, Raditya Danar Dana

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




